Mahasiswa di Negeri Seribu Warung Kopi

Mahasiswa di Negeri Seribu Warung Kopi

mahasiswa di negeri seribu warung kopi Mahasiswa di Negeri Seribu Warung KopiHadirnya Universitas Ubudiyah Indonesia di negeri Aceh yang juga dikenal sebagai negeri '1000 warung kopi', perlahan namun pasti sudah bisa mengubah image negatif dari warung kopi sebagai tempat yang sia-sia menjadi tempat yang tidak sia-sia. Umumnya, banyak orang menganggap miring terhadap warung kopi dan orang-orang yang nimbrung di dalamnya. Mereka dianggap seperti mayat hidup, seolah - olah hidup tapi tidak benar-benar hidup. Hampir seluruh waktu dihabiskan hanya untuk bersantai ria di atas kursi dan meja kayu stainless berukuran segi empat dan lingkaran (bulat) tanpa tahu kemana arah harus dituju. Semua masalah seakan selesai di atas meja kursi warung kopi. Habis dari situ, jak woe eh malam. Tidak peduli anak istri makan apa, masa depan seperti apa. 


Namun dengan munculnya kampus UUI dengan mengusung tema sebagai Kampus Cyber bisa mengubah kesan jelek tersebut menjadi sesuatu yang lebih bermakna dan bahkan sangat potensial untuk prospek masa depan yang menjanjikan. Khususnya bagi mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat yang juga sebagai agent of change dalam masyarakat, selain mampu untuk mengoperasikan dan mengotak atik komputer, mereka juga bisa menjadi Mahasiswa Online yang bisa berbisnis online dan dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah yang sangat menggiurkan bahkan bisa melebihi uang kocek bulanan PNS. 

                               Mahasiswa di Negeri Seribu Warung Kopi 


Dalam era globalisasi dan kompetisi saat ini, mahasiswa tidak cukup hanya sekedar menjadi mahasiswa biasa; kampus, pustaka, rumah. Akan tetapi harus bisa menjadi bukan mahasiswa biasa yaitu Mahasiswa Kreatif. Bukan hanya sosok pelajar tapi juga sosok yang bisa membaca peluang dari setiap kesempatan yang ada sehingga ia mampu mandiri berdiri tegak di setiap kondisi apapun. Mereka pun tidak perlu lagi bergantung pada orang tua soal pembiayaan kuliah. Dimana pada umumnya masih banyak mahasiswa lainnya yang masih berparasit pada inang mereka. So, menjadi Mahasiswa Online di warung kopi merupakan Mahasiswa Kreatif dan berprestasi. Kreatif untuk mandiri dalam finansial dan berprestasi dalam akademik melalui belajar online. Sudah saatnya para mahasiswa tidak hanya memiliki pola pikir akademis namun juga pola pikir mandiri. Melalui sistem pembelajaran online yaitu sistem Informasi Akademik (SIKAD) berbasis Online yang diterapkan oleh kampus UUI, mahasiswa bisa lebih mandiri dalam mengakses semua hal yang berkaitan dengan kepentingan akademik mereka mulai dari materi ajar, buku, kartu akademik, SPP, KHS, dan lain-lain, di warung kopi tanpa perlu harus ke pustaka untuk baca buku dan ke toko buku untuk beli buku. Tentunya pola pembelajaran seperti itu memberi dampak positif bagi perkembangan bakat IPTEK dan bakat kemandirian mereka yang sangat berpengaruh dan bermanfaat bagi mereka sebagai bekal untuk bersaing di zaman millenium ini. Sudah bukan zamannya lagi, mahasiswa kini belajar dengan hanya menggunakan buku dan pulpen. Tapi lebih dari itu seiring dengan perkembangan zaman yang semakin hari semakin menggila perkembangan teknologi dan informasinya, mahasiswa harus lebih kreatif, canggih dan mandiri dalam belajar. Semua sistem pembelajaran mandiri dan kreatif yang di aplikasikan oleh kampus UUI itu tampak jelas dalam gambar di bawah ini;

Apabila mahasiswa sekarang tidak bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman, maka mereka akan terus ketinggalan. Ibarat kata ”orang sudah ke bulan, kita masih asyik dengan sandal jepit”. Jadi, mulai saat ini mahasiswa sudah bisa mengembangkan pola pikir kreatif, mandiri, dan berprestasi di warung kopi. Tentunya dengan manajemen waktu yang efisien. Tahu kapan belajar, bisnis, dan yang paling penting adalah ibadah. Dengan format kegiatan seperti ini, penulis yakin, mahasiswa Aceh, mahasiswa di negeri 1000 warung kopi, bisa sukses dalam akademik dan mampu mandiri sambil kuliah. Pesan moralnya adalah "mulai saat ini mahasiswa warung kopi bukan lagi mahasiswa kacangan, tapi mahasiswa brilliant dengan sejuta impian, harapan, dan semangat". Bravo mahasiswa Aceh, bravo UUI, bravo mahasiswa di negeri 1000 warung kopi.

"Mahasiswa di Negeri Seribu Warung Kopi"

Post a Comment